Rabu, 19 Januari 2011

KEBAHASAAN

TATA KATA

TATA KATA

A. Jenis Kata
Dalam buku Tata bahasa Baku Bahasa Indonesia, kata dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu nomina (kata benda), verba (kata kerja), adjektiva (kata sifat), adverbia (kata keterangan), dan kata tugas (terdiri atas kata depan dan kata sambung/hubung)
Ciri Nomina:
1.menyatakan suatu benda atau sesuatu yang dibendakan
2.dapat berkedudukan sebagai subjek atau objek
3.dapat diakhiri oleh kata ini, iu, tersebut
4.dapat diperluas dengan yang+adjektiva
Contoh: meja, mainan, pembunuhan, perjuangan, perluasan, perjalanan, terdakwa, kesatuan, kepandaian, ketidakadilan, surat-menyurat, mobil-mobilan.
Ciri Verba:
1.dapat menyatakan makna kerja atau perbuatan
2.dapat berkedudukan sebagai predikat
3.dapat diawali oleh kata sedang, akan, sudah
4.dapat diperluas dengan dengan+se-reduplikasi adjektiva-nya (misal: berteriak dengan sekeras-kerasnya, menulis dengan serapi-rapinya
Contoh: mandi, makan, mati, berkata, berpikir, berjalan, menyanyi, mengarang, menganugerahkan, kehujanan, kelihatan, terdengar, terjatuh, terkontaminasi.
Ciri Adjektiva:
1.dapat diawali imbuhan ter-, agak, cukup, sangat, paling
2.dapat diikuti kata sekali yang berarti ‘paling’
Contoh: sakit, jauh, kering, ketakutan, merah, kuning, kehijau-hijauan.
Ciri Adverbia:
1.menjelaskan kalimat atau bagian kalimat yang lain
2.tidak berkedudukan sebagai subjek, predikat, maupun objek

Ciri Kata Tugas:
1.Tidak memiliki makna leksikal
2.Terbagi atas kata depan atau preposisi dan kata sambung atau konjungsi

B. Imbuhan
Jenis Imbuhan
Imbuhan atau afiks dapat diberdakan menjadi 3:
1.Prefiks atau awalan (ber-, ter-, se-, meng-, di-, ke-, pe-, per-)
2.Infiks atau sisipan (-in-)
3.Sufiks atau akhiran (-an, -i, -kan, -nya)
4.Konfiks atau simulfiks (pe-an, ke-an).

Memaknakan Imbuhan
Makna imbuhan sangat beragam, bergantung pada kalimatnya.
Contoh:
a.Penimbangan yang kamu lakukan harus diulang (proses menimbang)
b.Adik di diajak ibu ke penimbangan balita (tempat menimbang)
Untuk menentukan makna imbuhan dengan mudah, dapat dilakukan dengan cara berikut:
1.Gantilah imbuhan yang ditanyakan dengan tanda titik-titik.
2.Isilah titik-titik tersebut dengan kata yang sesuai dengan makna kalimat asal.
3.Dalam pengisian, bentuk dasar kadang-kadang perlu ditambahio imbuhan.
Contoh:
Apa makna imbuhan me-kan pada “Upaya meninggikan tanggul sudah dikerjakan.
Langkah 1: Upaya …tinggi tanggul sudah dikerjakan.
Langkah 2: Upaya membuat tanggul jadi tinggi sudah dikerjakan.
Jadi makna me-kan pada kalimat di atas: membuat jadi …

C. Reduplikasi atau Kata Ulang
Reduplikasi atau kata ulang adalah kata yang memiliki bentuk dasar yang diulang. Jadi yang diulang adalah bentuk dasarnya (kata yang menjadi dasar bagi proses pembentukan berikutnya), bukan kata dasarnya. Penentuan bentuk dasar didasarkan pada makna.
Contoh:
a. Ia menusuk-nusukkan pisau ke pohon pisang
Makna perulangannya: berkali-kali menusukkan
Jadi, bentuk dasarnya : menusukkan
Karena itu, menusuk-nusukkan tergolong reduplikasi / kata ulang sebagian
b. Kami bersalam-salaman
Makna perulangannya: saling bersalaman
Jadi, bentuk dasarnya : bersalaman
Karena itu, bersalam-salaman tergolong reduplikasi/kata ulang sebagian.

Prinsip Reduplikasi
1. Memiliki bentuk dasar yang diulang
2. Tidak mengubah jenis kata.
Artinya, dari bentuk dasar nomina harus tetap menjadi nomina, dari verba tetap menjadi verba, dan sebagainya
4.Bnetuk dasar merupakan kata yang memiliki makna yang lazim.

Makna Reduplikasi
Makna repulikasi bergantung pada konteks kalimatnya. Adapun kemungkinan maknanya antara lain:
1.banyak (mobil-mobil, siswa-siswa, kursi-kursi, tetamu)
2.sangat/kualitatif (cepat-cepat, tinggi-tinggi)
3.superlatif/paling (secepat-cepatnya, setinggi-tingginya)
4.berulang-ulang atau frekuentatif (tersenyum-senyum, melempar-lemparkan)
5.agak (kemerah-merahan, kehijau-hijauan)
6.menyerupai (keibu-ibuan, kekakan-kanakan)
7.saling/resiprokal (pandang-memandang, bersalam-salaman)
8.bermacam-macam (sayur-mayur, buah-buahan)

Jenis Reduplikasi
1. Reduplikasi Utuh, yaitu pengulangan bentuk dasar yang sama persis (makan-makan, pagi-pagi, jauh-jauh)
2. Reduplikasi Sebagian, yaitu pengulangan atas sebagian bentuk dasar (bersama-sama, tersenyum-senyum, masak-memasak)
3. Reduplikasi Berimbuhan, yaitu pengulangan bentuk dasar yang selanjutnya dilekati imbuhan (mobil-mobilan, secepat-cepatnya, kemerah-merahan)
4. Reduplikasi Berubah Bunyi atau Bervariasi Fonem, yaitu pengulangan bentuk dasar dengan mengalami perubahan bunyi. Jenis ini dibedakan lagi atas:
a. Berubah konsonan (sayur-mayur, beras-petas, lauk-pauk)
b. Berubah vokal (lika-liku, liak-liuk)
5. Reduplikasi Suku Depan atau Dwipurwa, yaitu pengulangan atas suku pertama bentuk dasar. Pengulangan jenis ini selalu disertai dengan perubahan bunyi vokal suku pertama menjadi /e/ (sesama, tetamu, rerumputan)
6. Reduplikasi Semu, yaitu kata dasar yang bentuknya menyerupai redupikasi (lumba-lumba, kura-kura, laba-laba)

Keterangan
Yang dimaksud bentuk dasar adalah kata yang menjadi dasar bagi pembentukan berikutnya. Bentuk dasar dapat diketahui dengan cara pemaknaan.
Contoh:
melempar-lemparkan = melemparkan berulang-ulang.
Jadi, bentuk dasarnya adalah melemparkan, bukan lempar atau melempar.

Aturan Penulisan Reduplikasi
1.Kata ulang ditulis dengan tanda hubung
2.Pengulangan kata majemuk atau frase ditulis lengkap
Contoh: rumah sakit-rumah sakit, kereta api-kereta api, kepala sekolh-kepala sekolah
3.Kedua kata pada pengulangan utuh diawali huruf besar, sedangkan jika merupakan pengulangan berimbuhannya maka huruf kapital hanya digunakan pada kata pertama.
Contoh:
a.Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2007; Menyelamatkan Anak-Anak Jalanan
b.Pelik-Pelik Perundang-undangan pada Masa Revolusi

TATA KALIMAT

TATA KALIMAT
A. Fungsi Kalimat
Fungsi kalimat terdiri atas subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap.
Cara praktis menentukan fungsi kalimat:
1. Subjek
Subjek adalah pokok kalimat. Fungsi ini dapat dicari dengan pertanyaan “Siapa/Apa yang dibicarakan oleh kalimat ini?” Subjek selalu berjenis kata benda atau frasa benda, sebab definisi subjek adalah hal/sesuatu yang dibicarakan oleh kalimat.
2. Predikat
Predikat adalah keterangan langsung terhadap subjek. Predikat dapat dicari dengan pertanyaan “Ada apa dengan subjek? Apa yang dilakukan subjek? Apa sifat subjek? Bagaimana keadaan subjek?”
3. Objek
Objek adalah bagian kalimat yang dapat diubah menjadi subjek dengan cara dipasifkan atau diaktifkan. Objek dapat dicari dengan memasifkan atau mengaktifkan kalimat. Bagian yang berubah menjadi subjek adalah objeknya.
4. Keterangan
Keterangan adalah bagian yang bersifat menjelaskan. Cirinya, dapat dipindah dengan melompati subjek dan predikat, tanpa mengubah arti kalimat.
5. Pelengkap
Pelengkap menyerupai objek. Cirinya, tidak dapat dipindahkan melompati S dan P dan tidak dapat diubah menjadi subjek.

B. Jenis Kalimat
1.Berdasarkan adanya S dan P
a.Kalimat lengkap (memiliki S dan P)
b.Kalimat tidak lengkap (tidak memiliki S, P, atau keduanya)
2.Berdasarkan jumlah klausanya (adanya 1 predikat dihitung sebagai 1 klausa)
a.Kalimat tunggal (hanya memiliki 1 predikat atau 1 klausa)
b.Kalimat majemuk (memiliki lebih dari 1 klausa atau lebih dari 1 predikat)
Kalimat majemuk terdiri atas kalimat majemuk setara, bertingkat, dan campuran.
3.Berdasarkan maksud atau tujuan penggunaannya
a.Kalimat berita (bertujuan untuk memberitakan sesuatu)
b.Kalimat tanya (bertujuan untuk menanyakan sesuatu)
c.Kalimat perintah (bertujuan untuk menyuruh atau mengharapkan sesuatu)

B. Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang secara singkat dapat mengungkapkan maksud dengan setepat-tepatnya. Ketidakefektifan kalimat dapat disebabkan oleh beberapa hal:
1.Kalimat tidak lengkap (tidak memiliki S, P, atau keduanya)
Contoh: Kepada para undangan dimohon duduk dengan tertib.
2.Menggunakan kata secara berlebihan (pleonastis)
Contoh: Sebagian besar para orang tua mengeluhkan mahalnya biaya sekolah.
3.Menggunakan kata secara tidak tepat makna
Contoh: Ibu Hadi menyuguhi the manis untuk kedua tamunya.
4.Menimbulkan makna ganda atau ambigu
Contoh: Di sanalah garasi mobil baru kami.
5.Penulisannya tidak sesuai dengan EyD
Contoh: “Masuklah!,” kata ibuku.

C. Kalimat Langsung
Kalimat langsung sering kita temukan dalam berita atau laporan lain yang ditulis berdasarkan hasil wawancara. Penggunaan kalimat langsung itu berfungsi untuk:
a.menghindari kejenuhan pembaca.
b.menunjukkan bukti bahwa narasumber benar-benar memberikan pernyataan.
Jika kamu hendak menggunakan kalimat langsung dalam laporan hasil wawancara, perhatikan tata tulisnya. Berdasarkan tata tulisnya, ada tiga model penulisan kalimat langsung, yakni sebagai berikut (perhatikan tanda baca yang digunakan dan letaknya!)
1.“……pernyataan narasumber………..,” …kalimat perangkai …
Contoh:
“Kesuksesan perusahaan ini tidak datang begitu saja. Saya telah merintisnya sejak belasan tahun lalu,” tutur Sri Puji Astuti, Direktris PT Ansatasia.

2.Kalimat perangkai, “ …pernyataan narasumber … .”
Contoh:
Dengan mimik serius Siti Puji Astuti, Direktris PT Ansatasia, berkata,” Kesuksesan perusahaan ini tidak datang begitu saja. Saya telah merintisnya sejak belasan tahun lalu bersama adik saya, Prantaningrih,.”

3. “……penggalan pernyataan narasumber………..,” …kalimat perangkai, “ …lanjutan pernyataan narasumber … .”
Contoh:
“Kesuksesan perusahaan ini tidak datang begitu saja,” kata Siti Puji Astuti, Direktris PT Ansatasia, itu dengan mimik serius, “Saya telah merintisnya sejak belasan tahun lalu.”

A.Mengidentifikasi Jenis-jenis Klausa
Klausa adalah sekelompok kata yang menjadi bagian dari sebuah kalimat. Sedangkan kalimat adalah kesatuan bahasa atau ujaran yang berupa kata atau kumpulan kata disertai intonasi yang menunjukkan bahwa kesatuan itu sudah lengkap. Dalam wujud lisan, klimat diiringi oleh alunan titi nada, disela oleh jeda, dan diakhiri oleh intonasi selesai. Dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik tanda seru atau tanda tanya.
1.Jenis-jenis Klausa
A. Berdasarkan Unsur-unsurnya:
a.Klausa Bebas, yaitu klausa yang secara potensial dapat berdiri sendiri sebagai kalimat.
b.Klausa Terikat, yaitu klausa yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat.
Contoh:
Ayah berkata bahwa kakinya sakit.
Ayah berkata = klausa bebas.
bahwa kakinya sakit = klausa terikat
B. Berdasarkan Struktur
a. Klausa hubungan koordinatif, yaitu klausa yang menghasilkan kalimat majemuk setara.
Hubungan koordinatif mencakup tiga jenis makna, yakni makna penjumlahan, makna perlawanan, dan makna pemilihan.
- Makna hubungan penjumlahan ditandai dengan penggunaan konjungtor dan, lagi pula, lalu, kemudian, serta, tambahan pula.
-Makna hubungan perlawanan antara lain ditandai dengan penggunaan konjungtor tetapi, sedangkan, melainkan, padahal.
-Makna hubungan pemilihan ditandai dengan penggunaan konjungtor atau.
b.Klausa hubungan subordinatif, yaitu klausa yang menghasilkan kalimat majemuk bertingkat (Aku tidak bisa pergi karena hujan turun)
Hubungan subordinatif mencakup dua belas jenis makna, yakni hubungan yang menyatakan makna waktu, syarat, tujuan, sebab (alasan), cara, isi (penjelasan), perbandingan, pertentangan, akibat, pengecualian, penegasan, dan atributif. Sebagaimana makna hubungan koordinatif, setiap makna hubungan subordinatif juga ditandai dengan konjungtor-konjungtor tertentu.
a.Makna hubungan waktu di antaranya ditandai dengan penggunaan konjungtor sebelum, sejak, selama, ketika, selagi, (se)-waktu, seusai, begitu, sampai, hingga,.
b.Makna hubungan syarat ditandai dengan penggunaan konjungtor jika, apabila, kalau, seandainya, andaikata, seumpama.
c.Makna hubungan tujuan ditandai dengan penggunaan konjungtor agar, supaya, untuk, demi, bagi.
d.Makna hubungan sebab ditandai dengan penggunaan konjungtor sebab, karena, oleh karena.
e.Makna hubungan cara ditandai dengan penggunaan konjungtor dengan, seraya, sambil.
f.Makna hubungan isi ditandai dengan penggunaan konjungtor bahwa atau kata tanya seperti kapan, bagaimana, dengan siapa.
g.Makna hubungan perbandingan di antaranya ditandai dengan penggunaan konjungtor seperti, ibarat, bagaikan, daripada, seolah-olah, seakan-akan,laksana, alih-alih.
h.Makna hubungan pertentangan ditandai dengan penggunaan konjungtor meskipun, sungguhpun, biarpun, kendatipun, walaupun.
i.Makna hubungan akibat ditandai dengan penggunaan konjungtor sehingga, sampai-sampai, maka.
j.Makna hubungan pengecualian ditandai dengan penggunaan konjungtor kecuali, dan selain.
k.Makna hubungan penegasan ditandai dengan penggunaan konjungtor bahkan dan (malah)-an.
l.Makna hubungan atributif ditandai dengan penggunaan konjungtor yang.

Membedakan Frasa, Klausa, dan Kalimat
Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. Klausa adalah bagian dari kalimat yang harus memiliki unsur subjek dan predikat. Kalimat adalah kesatuan bahasa atau ujaran yang berupa kata atau kumpulan kata disertai intonasi yang menunjukkan bahwa kesatuan itu sudah lengkap.
Perhatikan contoh berikut!
-Teman kakak membeli kambing (1 klausa, 1 frase)
Teman kakak membeli kambing muda ketika aku datang ke rumahnya. ( 2 klausa, 3 frase)

Kalimat berikut yang berpola S-P-Pel adalah ….
a.Para siswa sedang mempelajari cara menulis surat
b.Aturan menulis surat dinas sudah diajarkan oleh guru kami
c.Murid-murid sedang belajar cara menulis surat
d.Guru Bahasa Indonesia kami sudah mengajarkan materi tersebut
e.Guru menjelaskan cara menulis alamat surat secara benar

19. Kerukunan hidup antarumat beragama telah menjadi pegangan hidup masyarakat kita sejak masa lampau. Penyebaran agama-agama di Indonesia tak satu pun yang dilakukan melalui pertumpahan darah. Hindu masuk dengan damai, Budha masuk pula dengan damai. Demikian juga dengan Islam dan Nasrani. Agama merupakan sendi utama kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya kemudian, para penganut agama itu dapat hidup rukun dan tolong-menolong.
Kalimat yang sebaiknya dihilangkan dari paragraf di atas adalah ….
a.Kerukunan hidup antarumat beragama telah pula menjadi pegangan hidup masyarakat kita sejak masa lampau
b.Penyebaran agama-agama di Indonesia tak satu pun yang dilakukan melalui pertumpahan darah
c.Hindu masuk dengan damai, Budha masuk pula dengan damai
d.Agama merupakan sendi utama kehidupan masyarakat Indonesia
e. alam perkembangannya kemudian, para penganut agama itu dapat hidup rukun dan tolong-menolong.

20. Dalam surat edaran itu menyatakan bahwa kepada para siswa yang memiliki sejumlah piagam-piagam penghargaan diminta berkumpul di aula pada pukul 13.00.
Penyuntingan yang tepat sehingga kalimat di atas menjadi benar adalah ….
a.Dalam surat edaran itu dinyatakan bahwa kepada para siswa yang memiliki piagam penghargaan diminta berkumpul di aula pada pukul 13.00.
b.Dalam surat edaran itu menyatakan bahwa siswa yang memiliki sejumlah piagam-piagam penghargaan diminta berkumpul di aula pada pukul 13.00.
c.Dalam surat edaran itu dinyatakan bahwa kepada siswa yang memiliki piagam penghargaan diminta berkumpul di aula pada pukul 13.00.
d.Surat edaran itu menyatakan bahwa siswa yang memiliki sejumlah piagam-piagam penghargaan diminta berkumpul di aula pada pukul 13.00
e.Surat edaran itu menyatakan bahwa siswa yang memiliki piagam penghargaan diminta berkumpul di aula pada pukul 13.00

Kalimat yang ditulis dengan menggunakan ejaan yang benar adalah ….
a.Ketika meliput kegiatan tersebut, kami bertemu dengan Jenderal Besar itu
b.Sebagai Bupati, Rustriningsih berhasil menunjukkan kinerja yang baik
c.Kepada Paman Handoko, saya sampaikan bungkusan yang dititipkan ayah
d.Kami membeli kerang, ikan bakar dan cumi-cumi goreng di Pantai indah itu
e.Walaupun sibuk Presiden RI masih menyempatkan diri membaca buku

Penggunaan tanda koma pada kalimat ini benar, kecuali ….
a.Dalam upacara itu hadir para menteri, gubernur, wakil presiden, Ibu, dan Bapak Presiden
b.Bersama adik, kakak, dan Paman Andi, aku pergi ke rumah kakek sore itu
c.Upaya pencarian sudah dilakukan tim SAR, tetapi korban belum ditemukan
d.Oleh sebab itu, upaya pencarian akan dilanjutkan seminggu mendatang
e.Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, dikebumikan di kota Blitar, Jawa Timur

SURAT-MENYURAT DAN PROPOSAL

SURAT-MENYURAT
Berdasarkan sifatnya, surat dibedakan atas dua jenis, yaitu surat dinas/resmi dan surat pribadi/tidak resmi. Surat dinas dibuat oleh instansi atau lembaga dan menggunakan bahasa serta format surat yang baku. Adapun surat pribadi dibuat oleh perseoragan, berisi masalah pribadi. Bahasa dan format yang digunakan tidak harus baku.
Berdasarkan isinya, surat resmi dibedakan berbagai macam, antara lain surat perjanjian, surat kuasa, pengumuman, memo, proposal, surat niaga, dan sebagainya.
1.Surat Perjanjian
Surat perjanjian biasanya dibuat dalam urusan jual-beli atau sewa-menyewa. Surat perjanjian jual-beli atau sewa-menyewa setidaknya memuat judul surat, identitas kedua pihak (nama, alamat, pekerjaan), pernyataan melakukan perjanjian atau kesepakatan, isi kesepakatan, tempat dan tanggal pembuatan, nama dan alamat saksi-saksi, tanda tangan pihak-pihak yang bersepakat dan para saksi.
2.Surat Kuasa
Surat kuasa harus memuat judul surat (“SURAT KUASA”), iodentitas pemberi dan penerima kuasa, hal yang dikuasakan, tempat dan tanggal surat, tanda tangan pemberi kuasa.
3.Memo
Memo adalah surat yang digunakan intrainstansi. Biasanya dibuat dari atasan untuk bawahan antau antara pejabat satu dengan pejabat lain yang setingkat. Unsur memo adalah judul (“MEMO”), Dari, Untuk, isi memo (ditulis tanpa basa-basi, langsung mengarah ke isi), paraf pemberi memo.
4.Surat Lamaran Kerja
Surat lamaran kerja dibuat oleh seseorang saat ingin melamar suatu pekerjaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan surat lamaran kerja adalah (a) dibuat dengan format resmi, (b) ditulis dengan rapi, (c) menunjukkan identitas pelamar (nama, pendidikan, alamat), (d) disertai lampiran yang diperlukan.
5.Proposal
Proposal dibuat untuk memperoleh bantuan atau pun izin bagi terselenggaranya suatu acara. Isi proposal meliputi nama kegiatan, latar belakang, tujuan, bentuk kegiatan, pelaksana, jadwal pelaksanaan, keuangan/pendanaan, penutup, tanda tangan ketua/penanggung jawab kegiatan.
proposal, yaitu rencana kegiatan yang disusun secara sistematis untuk diusulkan pelaksanaannya. Usulan tersebut disampaikan kepada pihak tertentu untuk mendapatkan izin pelaksanaan atau bantuan. Karenanya, proposal perlu ditulis secara baik dan lengkap.
Proposal yang lengkap mengandung komponen sebagai berikut:
1.judul kegiatan
2.nama kegiatan
3.dasar pemikiran diadakannya kegiatan
4.bentuk kegiatan
5.tujuan kegiatan
6.waktu dan jadwal pelaksanaan kegiatan
7.panitia penyelenggara
8.besarnya biaya dan sumber dana
9.penutup.
Jika kamu menyusun proposal, perhatikanlah hal-hal berikut:
1.Unsur-unsur proposal harus ditulis secara runtut dan lengkap.
2.Uraian tiap-tiap unsur hendaknya singkat, padat, dan jelas.
3.Hindarilah penggunaan bahasa konotatif yang "berbunga-bunga".
4.Proposal harus ditulis secara rapi.

Perhatikan contoh proposal di bawah ini!

===============================================================

Proposal
Pentas Teater Sekolah SMA Negeri 45 Semarang
Tahun 2006


I. Nama Kegiatan
Kegiatan yang akan kami selenggarakan ini, kami beri nama “Pentas Teater Sekolah SMA Negeri 45 Semarang Tahun 2006”.

II. Dasar Pemikiran
Pementasan teater sekolah merupakan kegiatan yang dapat menggalakkan kreativitas dan solidaritas siswa. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk berkreasi dan bekerjasama.
Secara tidak langsung, kegiatan ini diharapkan pula dapat meningkatkan kepedulian siswa pada situasi zaman, mengiventarisasi persoalan, dan mencari jalan pemecahan secara arif dan tepat.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, pengurus OSIS SMA Negeri 45 Semarang berniat menyelenggarakan pementasan teater sekolah.

III. Bentuk Kegiatan
Kegiatan yang akan kami laksanakan berupa pementasan drama panggung berjudul "Jaka Tarub" karya Akhudiat.oleh kelompok teater Patma Jaya.

IV. Tujuan Kegiatan
Pementasan teater sekolah ini bertujuan sebagai berikut:
1. Menggalakkan kreativitas siswa di bidang teater.
2. Mengoptimalkan keseriusan siswa dalam berlatih teater.
3. Menampung dan mengembangkan potensi siswa yang berbakat di bidang teater.
4. Menyediakan wahana apresiasi drama di kalangan pelajar, khususnya siswa-siswi SMA Negeri 45 Semarang.

V. Waktu, Tempat Pelaksanaan Pementasan
Hari, tangal : Sabtu dan Minggu, tanggal 16 dan 17 September 2006
Pukul : 19.30 - 22 .0 WIB.
Tempat : Aula Besar SMA Negeri 45 Semarang

VI. Pelaksana
Pembimbing : Drs. S. Prasetyo Utomo
Ketua : Suyitno Bahari
Sekretaris : Nina Nabila Pangesthika
Bendahara : Isnania Puspitaningtyas
Koordinator Pementasn : Stagi Zainal Mustafa
Koordinator Publikasi : Iqbal Hanuwara
Koordinator Properti : Baiti Nur Sadewa
Sie Dana : Juwita Hartaningrum
Sie Dokumentasi : Dony Kamerawan

VII. Anggaran Biaya
Rencana pengeluaran:
1. Kesekretariatan Rp 300.000,00
2. Konsumsi Rp 750.000,00
3. Dokumentasi Rp 150.000,00
4. Perlengkapan Rp 200.000,00
5. Lain-lain Rp 100.000,00
_____________ +
Jumlah Rp 1.500.000,00

Rencana Pemasukan:
1. Dana Tetap OSIS Rp 400.000,00
2. Sumbangan sponsor Rp 1.000.000,00
3. Lain-lain Rp 100.000,00
_____________ +
Jumlah Rp 1.500.000,00

VIII. Penutup
Demikian usulan kegiatan “Pementasan Teater Sekolah SMA Negeri 45 Semarang Tahun 2006”. Bantuan dan dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan demi kelancaran penyelenggaraan kegiatan tersebut. Atas perhatian dan bantuan yang diberikan, kami mengucapkan terima kasih.

Semarang, 20 Agustus 2006


Mengetahui, Hormat kami,
Ketua OSIS Ketua Panitia,
SMAN 45 Semarang,




Zulfikar Marahimin Suyitno Bahari

6. Surat Permohonan
Berdasarkan isinya, ada berbagai jenis surat resmi, antara lain surat undangan, pengumuman, permohonan, ucapan terima kasih, permohonan maaf, permohonan izin, kuasa, dan lain-lain.
Dalam penulisan surat perohonan resmi, ada banyak hal yang harus diperhatikan, antara lain: 1. Ditulis dengan memperhatikan ejaan yang disempurnakan (EYD).
2. Alamat surat tidak perlu diawali dengan Kepada.
1.Dalam tanggal surat, nama bulan tidak boleh menggunakan angka atau disingkat. Tahun harus ditulis lengkap dan tidak diakhiri tanda titik (.)
2.Alamat surat tidak perlu diawali Saudara, Saudari, Bapak, atau Ibu jika diikuti jabatan.
3.Nomor, lampiran, dan hal surat tidak boleh diakhiri tanda titik (.).
4.Kata sapaan Saudara, Saudari, Bapak, atau Ibu boleh digunakan jika diikuti nama orang.
5.Salam, jika ada, harus diakhiri tanda koma (,) sebab salam bukanlah kalimat.
6.Salam penutup tidak diperlukan dalam surat resmi, karena sudah terwakili dalam penyebutan Yth. dan salam pembuka. Adanya salam penutup merupakan pemborosan kata.
7.Nama penandatangan surat tidak boleh ditulis dengan huruf kapital semua, diberi tanda kurung (-), atau digarisbawahi.
8.Pernyataan Dengan ini, digunakan untuk mengawali penyampaian informasi, sedangkan Bersama ini, digunakan untuk mengawali penyampaian lampiran.
Agar jelas, perhatikan contoh surat permohonan di bawah ini!

DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
Jalan Kapitan Patimura 22, Ambon 54657, Telepon (0911) 8503342

Nomor : 34/KS/XI/2005 23 April 2006
Lampiran: -
Hal : Permohonan

Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon
Jalan Kristina Martha Tiahahu 12 Ambon

Dengan hormat,

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, OSIS SMP Negeri 2 Ambon bermaksud mengadakan kegiatan Loma Baca Puisi Pahlawan. Berkenaan dengan hal tersebut, dengan ini kami mohon Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon untuk berkenan membuka kegiatan tersebut pada hari Selasa ,1 Mei 2006 di Aula SMP Negeri 2 Ambon, Jalan Kapitan Patimura 22 Ambon.

Atas perhatian yang diberikan, kami sampaikan terima kasih.


Mengetahui, Ketua,
Pembina OSIS SMP N 2 Ambon,



Dra. Mutiara Fajar, M. Pd. Dinda Nezar
NIP 130143133

Tembusan:
Kepala SMP Negeri 2 Ambon

SASTRA DAN PUISI

SASTRA PUISI
Berdasarkan wujudnya, karangan dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
1.Prosa, yaitu karangan yang berwujud kalimat-kalimat yang disatukan dalam alenia-alenia.
2.Puisi, yaitu karangan yang berwujud baris-baris yang disatukan menjadi bait-bait.
3.Drama, yaitu karangan yang berwujud dialog atau percakapan tokoh.

Sebagai salah satu bentuk seni, puisi tentulah memiliki keindahan. Keindahan puisi terwujud melalui pemilihan kata (diksi), rima dan irama, penggunaan citraan, tipografi (wujud puisi), dan gaya bahasa.

Diksi dan Bunyi dalam Puisi
Dalam pemilihan kata, penyair mempertimbangkannya dari segi ketepatan makna dan kemampuan kata-kata itu dalam menghasilkan bunyi yang indah. Bunyi yang indah dapat terbentuk oleh adanya rima (persamaan bunyi) dan irama (alunan pengucapan).
Keindahan bunyi pada puisi bukan sekadar karena kemerduannya saat dibaca, melainkan juga karena mampu menghadirkan suasana yang sesuai dengan isi puisi. Dengan demikian, puisi akan hadir dengan kesan yang kuat. Itulah sebabnya, terdapat kaitan erat antara pemilihan kata, kemerduan bunyi, dan suasana yang ingin digambarkan.
Untuk jelasnya, perhatikan penggalan puisi karya Rendra ini !

Surat Cinta

Kutulis surat ini
Kala hujan gerimis
Bagai bunyi tambur mainan
Anak-anak peri dunia yang gaib
Dan angin mendesah
Mengeluh dan mendesah
Wahai, dik Narti
Aku cinta kepadamu
....

Suasana apakah yang muncul dalam puisi tersebut ? Keriangan yang bercampur dengan kelembutan hati, bukan? Bandingkanlah dengan puisi karya Mansur Samin ini !

Pidato Seorang Demonstran

mereka telah tembak teman kita
ketika mendobrak sekretariat negara
sekarang jelas bagi saudara
bagaimana kebenaran hukum di Indonesia
....

Suasana kacau, marah, dan keras muncul dalam puisi tersebut jika dibaca.
Kemampuan kata-kata dalam puisi dalam menghadirkan suasana tertentu dibentuk oleh penekanan atas rangkaian bunyi tertentu. Dalam puisi di atas, bunyi /i/ dan /u/ yang dipadu dengan /r/, /t/, /n/ memunculkan suasana riang, sedangkan ketika /i/ dan /u/ dipadu dengan /m/, /ng/, /s/, /h/ melahirkan suasana lembut.

Perhatikan : ... hujan gerimis
... bunyi tambur mainan
anak-anak peri dunia yang gaib
...
Dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah
....

Lain halnya dengan puisi kedua. Paduan bunyi /a/ dengan bunyi /k/ , /b/, dan /r/ berhasil memunculkan suasana marah, kacau, dan keras.
Bunyi-bunyi yang dimaksudkan untuk membentuk suasana puisi biasanya diulang-ulang hingga membentuk irama dan rima. Resapi keindahan bunyi pada kutipan puisi berikut :

a). ...
para pelayat melantun doa
gema pantulan lubuk jiwa
mengantar jeriazahmu ke makam
mentari sendu alam temaram
...
(Warisan 2, Piek Ardiyanto S.)

b) ...
Biar susah sungguh
mengingat kau penuh seluruh
caya-Mu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
...
(Doa, Chairil Anwar)
c). Perkabungan
Sehelai pita hitam
menjuntai pada lengan
mulut tercekam, mata terpejam,
kepala tertunduk dalam
- sungkawa pada korban para tiran.
(Sitok Srengenge)

Citraan dalam Puisi
Rima dalam puisi akan menghadirkan suasana atau perasaan yang diinginkan. Namun demikian, seperti apakah tepatnya suasana perasaan yang ingin diungkapkan penyair, tidak dapat sepenuhnya disajikan hanya melalui rima. Untuk memperjelas gambaran perasaan penyair, digunakanlah citraan, yaitu kata-kata yang menunjukkan gambaran (citra) tertentu. Dengan kata-kata yang menunjukkan citra atau gambaran itu, pembaca puisi akan lebih mudah membayangkan hal yang dimaksudkan oleh penyair. Gambaran atau citraan dalam puisi ada beberapa jenis, yaitu:
a.Citraan Penglihatan
Citraan ini terwujud dengan penggunaan kata yang merupakan hasil kerja indera penglihatan, misalnya gerimis, mainan anak-anak peri, mentari, temaram, jenazah, hitam, gelap, terang.
b.Citraan Pendengaran
Citraan ini terwujud dengan penggunaan kata yang merupakan hasil kerja indera pendengaran, misalnya bunyi tambur, mendesah, mengeluh, melantun doa, gema.
c.Citraan Penciuman
Citraan ini terwujud dengan penggunaan kata yang merupakan hasil kerja indera penciuman, misalnya wangi, anyir, harum.
d.Citraan Pengecapan
Citraan ini terwujud dengan penggunaan kata yang merupakan hasil kerja indera pengecap, misalnya asam, pahit, manis, gurih, sedap.
e.Citraan Perabaan
Citraan ini terwujud dengan penggunaan kata yang merupakan hasil kerja indera peraba, misalnya kasar, halus, licin, bergerigi, tajam, tumpul.
f.Citraan Gerak
Citraan ini terwujud dengan penggunaan kata yang menunjukkan gerakan tertentu, misalnya menjuntai, mulut tercekam, mata terpejam, mengantar, kepala tertunduk, mengusap, memukul, mendobrak.

Nilai dalam Puisi
Selain mengandung keindahan bahasa (berupa rima, irama, dan perlambangan), puisi juga mengandung nilai-nilai tertentu. Yang dimaksud nilai adalah konsep kebenaran atau ajaran yang dianggap penting bagi kehidupan.
Ada berbagai nilai yang dapat diungkapkan penyair, misalnya nilai keagamaan, nilai budaya, nilai sosial, dan nilai moral. Nilai-nilai dalam puisi berkaitan erat dengan pesan atau amanat yang ingin disampaikan penyairnya.
Nilai dan pesan puisi hanya akan diperoleh jika pembaca mampu memahami isi puisi. Nah, pemahaman atas puisi antaran lain dapat dilakukan dengan melakukan parafrase.

Memahami Isi Puisi
Lantaran bentuknya yang “padat”, memahami puisi tidaklah semudah prosa. Meski demikian, memahami isi puisi sesungguhnya tidak sesulit yang dibayangkan orang pada umumnya. Nah, jika kamu ingin memahami puisi, pertanyaan-pertanyaan berikut dapat kamu gunakan sebagai panduan:
1.Apakah kira-kira maksud judulnya?
2.Hal apakah yang dibicarakan penyair?
3.Sebagai siapakah penyair berbicara pada puisi itu?
4.Kepada siapakah penyair berbicara?
5.Dengan perasaan yang bagaimanakah penyair berbicara pada puisi itu?
6.Apa pendapat yang ingin disampaikan penyair melalui puisi itu?
7.Bagian-bagian manakah yang membuktikan jawaban-jawabanmu tadi?

Parafrase Puisi
Sebagaimana telah dikatakan di muka, dibandingkan dengan prosa, puisi umumnya lebih sulit dipahami. Hal ini dikarenakan puisi bersifat konsentif dan intensif. Artinya, hanya kata dan tanda baca yang mendukung makna dan keindahan saja yang disajikan. Kata-kata dan tanda baca yang tidak terlalu berkait “dihilangkan”. Karena itulah, pemahaman puisi dapat dilakukan dengan “mengembalikan” kata-kata yang “dihilangkan” itu. Dengan demikian, maksud yang ingin disampaikan penyair menjadi lebih mudah ditangkap. Cara ini disebut dengan parafrase.
Berdasarkan bentuknya, parafrase dibedakan menjadi dua model. Pertama, parafrase yang masih memperlihatkan puisi aslinya. Pada parafrase jenis ini kata-kata tambahan dituliskan dalam tanda kurung.
Kedua, parafrase yang sudah tidak memperlihatkan bentuk asli puisinya. Pada parafrase model ini tanda baca kurung tidak dipergunakan. Wujud parafrase ini benar-benar serupa dengan prosa.
Gar jelas, bacalah puisi yang dikutip dari kumpulan puisi Kaki Langit Sastra Pelajar berikut dan bandingkan dua model parafrasenya.

Bocah Terpaku


Apakah kau tahu bocah-bocah terpaku pada hampa
Mama! Bapakku di mana
Dan janda muda dibelai kasih tersisa
Anakku! bapakmu airmata

(karya Irfan Maulana)


Parafrase Model 1:

Bocah Terpaku

Apakah kau tahu (kesedihan) bocah-bocah yang hatinya terpaku pada (harapan dan hati yang) hampa
(tatkala ia bertanya kepada ibunya: ) Mama! Bapakku di mana
Dan (ibunya,) janda muda (yang) dibelai kasih tersisa
(menjawab) Anakku! (pertanyaanmu tentang) bapakmu (hanya akan menimbulkan kesedihan dan) airmata

Parafrase Model 2:
Bocah Terpaku
Apakah kau tahu akan sedihnya perasaan bocah-bocah yang hatinya tatkala ia bertanya kepada ibunya,” Mama, Bapakku di mana?”. Dan ibunya, janda muda yang telah ditinggal suaminya itu, hanya bisa menjawab: “Anakku, pertanyaanmu tentang bapakmu hanya menimbulkan kesedihan dan airmata bagiku dan juga bagimu.

A. Membaca Puisi dengan Lafal dan Intonasi Sesuai dengan Isinya
Membacakan puisi dengan menarik bisa menghibur orang lain. Akan tetapi, hal tersebut tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Pemahaman
Pembaca puisi harus memahami benar makna puisi yang hendak dibacakan. Karena itu, ia harus memahami kata-kata dan perlambangan yang digunakan. Dengan pemahaman itu ia akan dapat memahami isi puisi yang akan dibacakannya.
Isi puisi meliputi makna dan perasaan penyair. Guna memahami keduanya, pertanyaan-pertanyaan berikut dapat digunakan sebagai panduan.
a.Hal apakah yang dibicarakan penyair pada puisinya itu?
b.Sebagai siapakah penyair berbicara pada puisi itu?
c.Kepada siapakah penyair berbicara pada puisi itu?
d.Dalam perasaan sedih, jengkel, marah, pasrah, gembira, cemburu, rindu, kecewa, sombong, atau bingungkah penyair berbicara pada puisi itu?
e.Di manakah kira-kira penyair berbicara pada puisi itu?
f.Pesan apakah yang ingin disampaikan penyair melalui puisi itu?

2. Intonasi

Intonasi terdiri atas jeda, tekanan (dinamik), dan tempo (cepat-lambat pengucapan). Jeda atau perhentian pengucapan sangat menentukan makna yang dimaksud. Peletakan jeda yang berbeda memungkinkan terjadinya perbedaan makna.
Contoh:

a.Adik Ibu Rini Astuti / sakit (Yang sakit adalah Ibu Rini Astuti)
b.Adik Ibu/ Rini Astuti/ sakit (yang sakit adik ibu. Adik ibu itu bernama Rini Astuti)
c.Adik Ibu Rini / Astuti / sakit (yang sakit adalah adik dari Ibu Rini. Ia bernama Astuti)
Tekanan menunjukkan bagian yang dipentingkan. Sedangkan cepat-lambat menunjukkan perasaan yang ingin diungkapkan. Dalam praktiknya, tekanan dan cepat-lambat terjalin erat. Bagian yang dipentingklan atau yang memperoleh tekanan biasanya diucapkan lebih lambat, sedangkan bagian yang tidak memperoleh tekanan, biasanya diucapkan lebih cepat.
Agar lebih jelas, ucapkanlah baris berikut. Berikanlah tekanan pada kata yang bercetak tebal dan rasakan perbedaan cepat-lambat pengucapannya.
Dialah guru bagi bangsa kami
Dialah guru bagi bangsa kami
Dialah guru bagi bangsa kami

3. Lafal
Yang dimaksud dengan lafal adalah ketepatan pengucapan . Pembaca puisi yang baik harus terampil membedakan kata-kata yang bunyi hampir sama, misalnya kata toko dengan tokoh, tahu – tahu (mengerti), baku dengan bakau, dan sebagainya. Untuk itu, ia harus melatih kelenturan alat ucapnya.

4. Ekspresi Mimik dan Gerak
Membaca puisi dengan menarik harus disertai dengan mimik atau ekspresi wajah dan gerak yang sesuai. Selain lebih menarik dilihat, mimik dan gerak yang sesuai akan menjadikan puisi yang dibacakan lebih mudah dipahami pendengar.

5. Volume
Yang dimaksud dengan volume adalah kerasnya suara. Pembaca puisi yang baik harus berusaha agar suaranya cukup mudah ditangkap pendengarnya. Betapa pun baiknya pembacaan, tentu sia-sia apabila tidak secara jelas ditangkap oleh telinga pendengar. Karena itu, kerasnya suara perlu diperhatikan, terutama jika pembacaan puisi tidak dibantu dengan alat pengeras suara.

Soal Latihan Semester dari Bab 7 Kelas 1
Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang pada pilihan (a), (b), (c), (d), atau (e)!
1.Tanda jeda diletakkan secara tepat pada ….
a. Akulah/ tempaan batu bulan/
Yang jatuh/ di malam kelam//
b. Akulah tempaan batu /bulan
Yang jatuh/ di malam kelam//
c. Akulah / tempaan batu bulan/
Yang jatuh di malam kelam//
d. Akulah tempaan / batu bulan//
Yang jatuh di malam kelam//
e. Akulah tempaan batu bulan//
Yang jatuh/ di malam kelam//

2.Purnama
Bulan mengembara pada telaga
Dunia miliknya
Semalam Cuma
Bulan di sana cahaya di sini
Semalam Cuma
(karya Dodi Gunawan)

Nilai yang diungkapkan dalam puisi di atas adalah ….
a.Nilai budaya
b.Nilai keagamaan
c.Nilai sosial
d.Nilai moral
e.Nilai pengetahuan

3.Kalimat berikut tergolong kalimat efektif, kecuali …
a.Atas perhatiannya diucapkan terima kasih
b.Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih
c.Atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih
d.Atas perhatian Ibu, kami ucapkan banyak terima kasih
e.Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih
4.Penulisan bagian surat dinas yang benar adalah ….
a.Semarang, 3 Maret 2006
b.5 Januari 2007.
c.Yth. Bapak Kapolres Sukabumi
di Sukabumi
d.Dengan hormat,
e.Hormat kami.
5.Kalimat surat yang menggunakan kata secara tepat adalah ….
a.Dengan ini kami meminta kesediaan Bapak untuk berkenan hadir pada rapat pengurus pada …
b.Dengan ini kami mengharap kehadiran Bapak untuk datang pada rapat pengurus pada …
c.Denga ini kami memohon kehadiran Bapak untuk dapat hadir pada rapat pengurus pada
d.Dengan ini kami mengharap kehadiran Bapak untuk hadir pada rapat pengurus pada …
e.Dengan ini kami mengundang kehadiran Bapak untuk datang pada rapat pengurus pada …
6.Konjungtor antarkalimat digunakan secara tepat pada ….
a.Pembacaan puisinya sangat menyentuh hati sehingga banyak penonton yang menitikkan air mata
b.Pembacaan puisinya sangat menyentuh hati.Sehingga, banyak penonton yang menitikkan air mata
c.Pembacaan puisinya sangat menyentuh hati. Maka, sehingga banyak penonton yang menitikkan air mata
d.Pembacaan puisinya sangat menyentuh hati karena itu, banyak penonton yang menitikkan air mata
e.Pembacaan puisinya sangat menyentuh hati. Karen itu, banyak penonton yang menitikkan air mata

Esai:
1.Kepala sekolahmu mengundang para orang tua / wali murid kelas 12 untuk menghadiri acara Perpisahan Siswa Kelas 12. Buatlah surat undangan untuk keperluan tersebut!

D. Sastra Melayu Klasik

Karya satra Melayu klasik? Apa pula itu? Karya sastra Melayu klasik merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut segala karya sastra berbahasa Melayu yang dibuat sebelum tahun 1920. Karya sastra berbahasa Melayu yang dibuat sesudah tahun 1920 disebut karya sastra Indonesia. Pasalnya, tahun 1920 (awal Angkatan Balai Pustaka) merupakan awal lahirnya sastra Indonesia. Kamu tentu tahu, pada persitiwa Sumpah Pemuda 1928 bahasa Melayu telah diangkat sebagai bahasa nasional Indonesia.
Bentuk karya sastra Melayu klasik ada berbagai macam. Yang berbentuk puisi terdiri atas mantra, syair, pantun, pepatah, ibarat, dan sebagainya. Sedangkan yang berupa prosa terbagi atas beberapa jenis, antara lain:
1.Hikayat atau cerita tentang tokoh terkenal, biasanya raja atau keluarga raja.
2.Legenda atau kisah tentang asal usul suatu tempat
3.Mite atau kisah tentang dewa-dewa atau mahluk gaib
4.Sage atau kisah tentang kepahlawanan seseorang
5.Fabel atau kisah yang tokohnya binatang
6.Parabel atau ajaran agama yang disajikan dalam bentuk kisah sebagai perumpamaan
7.Epos atau cerita besar tentang kepahlawanan
8.Cerita jenaka atau kisah yang berisi kelucuan
9.Sejarah atau kisah yang berkait dengan sejarah. Berbeda dengan ilmu sejarah, kisah sejarah pada satra Melayu klasik dibumbui dengan hal-hal fantastis sehingga tidak masuk akal dan belum tentu terbukti kebenarannya.

PIDATO

KETERAMPILAN BERBICARA
1. PIDATO
Pidato atau orasi adalah pembicaraan seseorang kepada khalayak. Dalam kehidupan bermasyarakat, pidato sangat besar peranannya. Pidato yang disampaikan oleh orator (ahli pidato) dapat memengaruhi massa, bahkan bangsa. Sejarah mencatat, pidato Bung Tomo mampu membangkitkan semangat para arek Surabaya dalam menghadapi gempuran pasukan Sekutu; pidato Bung Karno mampu menggerakkan ratusan ribu pemuda untuk mendaftarkan diri sebagai sukarelawan merebut Irian Barat dari kekuasan Belanda; pidato Hitler mampu memengaruhi negaranya menyerbu ke sejumlah negara sehingga memicu pecahnya Perang Dunia II.
Sebagai bentuk komunikasi lisan, pidato dapat digunakan sebagai alat untuk memberitahukan informasi (informatif), menghibur (rekreatif), dan memengaruhi (persuasif). Adapun penyampaiannya dapat menggunakan metode naskah, menghafal, ekstemporan (persiapan dalam bentuk pokok-pokok pembicaraan), dan impromptu (serta merta, tanpa persiapan sama sekali).
Dalam forum resmi berskala luas, metode naskah paling sering digunakan, meskipun sebenarnya metode ini paling sulit menyesuaikan dengan perkembangan suasana. Penyebabnya, dalam forum resmi berskala besar, pembicara tidak berbicara sebagai pribadi. Ia mewakili lembaga yang dipimpinnya. Jadi, apa yang disampaiakan dalam forum adalah pernyataan lembaga. Karena itu, harus didokumentasikan. Bentuknya adalah naskah pidato.
Mengingat pentingnya peranan pidato, pembuatan naskah pidato harus dilakukan secara cermat. Untuk itu, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu:
1.Menentukan topik / hal yang akan disampaikan
Tema hendaknya sesuai dengan latar belakang pertemuan/forum. Topik hendaknya dipilih yang menarik, yaitu berkaitan dengan diri pendengar, dibutuhkan oleh pendengar, sedang menjadi bahan pembicaraan di masyarakat, atau sedang menjadi perdebatan di tengah masyarakat.
2.Menentukan tujuan
Tujuan harus benar-benar dipahami pembuat naskah pidato. Tujuan yang ingin dicapai dapat sekadar menghibur, memberikan informasi, atau pun memengaruhi.
Tujuan sangat menentukan isi pidato. Pidato yang bertujuan menghibur akan banyak mengungkapkan hal-hal yang lucu dan memberikan kekuatan bathin. Pidato yang bertujuan memberitahukan akan banyak memngungkapkan data-data, sedangkan yang bertujuan memengaruhi akan banyak mengungkapkan alasan dan bukti-bukti.
3.Menganalisis pendengar
Mengetahui latar belakang calon pendengar sangatlah penting agar ragam dan pilihan kata dapat disesuaikan. Pidato yang berhasil adalah pidato yang dapat dipahami pendengar. Karena itu, kosa katanya pun harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa mereka.
4.Mengumpulkan bahan atau data
Naskah pidato, khususnya yang bersifat informatif dan argumentaif/persuasif, hendaknya berbobot, yakni tidak haya berisi pernyataan-pernyataan usang dan kata-kata kosong. Pidato yang berbobot mengandung banyak data dan bukti sehingga memberikan pengetahuan dan kesadaran baru bagi pendengarnya.
5.Menyusun kerangka
Sebagaimana karangan biasa, penyusunan naskah pidato hendaknya didahului dengan pembuatan kerangka. Adapun kerangka umum pidato adalah sebagai berikut:
a.Pendahuluan
Bagian ini antara lain berisi salam dan ucapan syukur. Pada bagian ini disampaikan pula pengantar ke arah isi pokok, misalnya dengan pernyataan “Pada kesempatan ini izinkan saya untuk menyampaikan tentang pentingnya makna peringatan Hari Aids Sedunia”.
b.Isi pokok
Bagian ini berisi uraian atas isi pokok. Uraian hendaknya disusun dengan pola induktif (simpulan diperoleh berdasarkan analisis atas data-data atau bukti).
c.Penutup
Bagian ini berisi penegasan kembali simpulan, harapan atau ajakan untuk melakukan sesuatu, permohonan maaf, dan salam.
6.Menguraikan kerangka menjadi naskah lengkap
Dalam bagian ini, penulis harus cermat dalam memilih data, menggunakan kosa kata, dan menggunakan sapaan serta salam yang tepat. Untuk memisahkan antarbagian, penulis pidato dapat menyisipkan sapaan (misalnya, “Para peserta upacara yang saya hormati, Hadirin yang saya muliakan”). Sapaan ini sangat berguna untuk mengurangi kepenatan pendengar dalam menyimak pidato.

Agar jelas, perhatikan naskah pidato yang rumpang berikut ini.


Pidato Gubernur Jawa Tengah
dalam Pembukaan Pekan Seni Jawa Tengah
tanggal 23 Maret 2007 di Semarang

Assalamualaikum wr. wb.,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang terhormat para Bupati dan Walikota
Yang terhormat para Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tegah dan peserta upacara yang berbahagia,

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua sehingga kita semua dapat menghadiri Upacara Pembukaan Pekan Seni Jawa Tengah ini.
Pada kesempatan ini izinkan saya untuk menyampaikan pandangan dan harapan-harapan pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pengembangan seni dan kebudayaan di Jawa Tengah.
Hadirin yang berbahagia,
………………………………………………………………………………………..
………………………..uraian pokok ………………………………………………….
Hadirin yang saya hormati,
Dari uraian di atas dapatlah kita simpulkan bahwa …(dan seterusnya)….
Saya berharap ……… (dan seterusnya) ………..
Hadirin yang saya hormati,
Demikian sambutan singkat saya. Atas perhatian hadirin, saya ucapkan terima kasih. Dan, sungguh, tiada gading yang tak retak. Karena itu, saya mohon maaf bila ada tutur kata yang salah.
Wassalamualaikum wr. wb.

Semarang, 23 Maret 2007
Gubernur Provinsi Jawa Tengah


Mardiyanto

MATERI DRAMA

DRAMA

Drama adalah karya seni berupa dialog yang dipentaskan. Drama kerap dimasukkan dalam ranah kesusasteraan karena menggunakan bahasa sebagai media penyampai pesan.
Menurut jenisnya, pementasan drama dapat digolongkan menjadi empat macam yaitu drama tragedi, drama komedi, melodrama, dan dagelan.
1.Drama tragedi adalah drama yang melukiskan kisah sedih. Tokoh-tokohnya menggambarkan kesedihan. Tokoh dalam drama tragedi ini disebut tragic hero artinya pahlawa yang mengalami nasib tragis.
2.Drama komedi adalah drama yang bersifat menghibur, di dalamnya terdapat dialog kocak yang bersifat menyindir , dan biasanya berakhir dengan kebahagiaan. Tokoh-tokoh dalam drama jenis ini biasanya tolol, konyol, atau bijaksana tetapi lucu.
3.Melodrama adalah cerita yang sentimental. Artinya tokoh dan cerita yang disuguhkan mendebarkan dan mengharukan. Tokoh dalam jenis drama ini biasanya digambarkan hitam-putih. Tokoh jahat digambarkan serba jahat, sebaliknya tokoh baik digambarkan sangat sempurna baiknya hingga tidak memiliki kesalahan dan kekurangan sedikit pun.
4.Dagelan (farce) adalah drama kocak dan ringan. Alurnya disusun berdasarkan perkembangan situasi tokoh. Isi cerita biasanya kasar dan fulgar. Drama jenis ini juga disebut komedi murahan atau komedi picisan.
Berdasarkan teknik pementasannya, drama dibedakan atas drama bentuk drama tradisional dan drama modern. Drama tradisional adalah seni drama yang berakar dan bersumber dari tradisi masyarakat, bersifat spontan dan improvisatoris.
Sedangkan drama modern adalah drama yang bertolak dari hasil sastra yang disusun untuk suatu pementasan. Jadi, perbedaan utama antara drama tradisional dengan drama modern terletak pada tidak ada atau adanya naskah.
Drama tradisional dapat dikelompokkan menjadi:
1.drama tutur (lisan dan belum diperankan): kentrung, dalang jemblung,
2.drama rakyat (lisan, spontan, dan cerita daerah): randai, kethoprak,
3.drama wayang/klasik (segala macam wayang): wayang kulit, wayang beber, wayang golek, wayang orang, langendriyan,
4.drama bangsawan (dipengaruhi konsep teater Barat dan ditunjang pengaruh kebudayaan melayu dan Timur Tengah): komedi bangsawan, komedi stambul.
Drama modern dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1.drama konvensional (sandiwara) adalah drama yang bertolak dari lakon drama yang disajikan secara konvensional.
drama kontemporer (teater mutakhir) adalah drama yang mendobrak konvensi lama dan penuh dengan pembaharuan, ide-ide baru, gagasan baru, penyajian baru, penggabungan konsep Barat-Timur.
Adapun unsur-unsur drama adalah:
1.Tema
2.Setting atau Latar
3.Alur atau Plot
4.Penokohan atau Perwatakan
5.Amanat
6.Bloking dan Akting
7.Tata Pentas.
Dalam Kurikulum 2006, analisis drama banyak diarahkan pada analisis tentang penokohan.
Tokoh dalam drama dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
1. Berdasarkan peran terhadap jalan cerita, ada tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh tritagonis.
a. Tokoh protagonis adalah tokoh utama cerita yang pertama-tama menghadapi masalah. Tokoh ini biasanya didudukkan penulis sebagai tokoh yang memperoleh simpati pembaca/penonton karena memiliki sifat yang baik.
b. Tokoh antagonis adalah tokoh penentang tokoh protagonis.
c. Tokoh tritagonis disebut juga tokoh pembantu, baik membantu tokoh protagonis maupun antagonis.
2. Berdasarkan peran dalam lakon serta fungsinya, ada tokoh sentral, tokoh utama, dan tokoh pembantu.
a. Tokoh sentral adalah tokoh-tokoh yang paling menentukan gerak lakon. Tokoh sentral merupakan biang keladi pertikaian. Dalam hal ini tokoh sentral adalah tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
b. Tokoh utama adalah pendukung atau penentang tokoh sentral. Mereka dapat berperan sebagai perantara tokoh sentral. Dalam hal ini, yang berperan sebagai tokoh utama ialah tokoh tritagonis.
c. Tokoh pembantu yaitu tokoh-tokoh yang memegang peran pelengkap atau tambahan dalam mata rantai cerita. Kehadiran tokoh pembantu ini hanya menurut kebutuhan cerita. Tidak semua lakon drama menghadirkan tokoh pembantu.
Mengenal dan memahami tokoh mutlak dilakukan oleh calon pemeran, sebab akan memungkinkannya mengenal benar hubungan tokoh yang akan diperankannya dengan tokoh-tokoh lainnya. Dengan demikian, akan memperjelas sifat dan perilaku tokoh yang harus diperankannya.
Membaca naskah dan memahami tokoh harus diikuti dengan latihan pementasan. Latihan-latihan ini meliputi:
1.latihan sikap, gerak atau perbuatan agar tidak canggung, tidak kaku , dan tidak overacting,
2.latihan blocking (perpindahan dari satu tempat ke tempat lain),
3.latihan dialog (pembicaraan dengan tokoh lain) secara tepat,
4.latihan gesture (gerakan tangan dan kaki) secara wajar,
5.latihan vokal dengan artikulasi yang tepat,
6.latihan menggambarkan watak secara wajar,
7.latihan mimik (ekspresi wajah) sehingga agar meyakinkan penonton,
8.latihan pantomimik (gerakan-gerakan tubuh), dan
latihan memanfaatkan segala properti dan situasi pentas dengan baik.
Yang perlu dipahami, dialog pemain tidak harus sama persis dengan yang tertulis dalam teks. Pemain boleh saja menambahi atau mengurangi agar tercapai tingkat penjiwaan yang lebih tinggi.

Senin, 19 Juli 2010

SKLBAHASA INDONESIA 2008/2009

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UJIAN TAHUN 2008/2009
BAHASA INDONESIA PROGRAM IPA/IPS SMA DAN MA
(Permendiknas No.77 Tahun 2008 5 Desember 2008)


STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
MEMBACA
Memahami secara kritis berbagai jenis wacana tulis teks nonsastra berbentuk grafik, tabel, artikel, tajuk rencana, laporan, karya ilmiah, teks pidato. Berbagai jenis paragraf (naratif, deskripstif, argumentatif, persuasuf, dan eksposisi), serta teks sastra berbentuk puisi, hikayat, cerpen, drama, novel, biografi, karya sastra berbagai angkatan, dan sastra Melayu Klasik.
1.Menentukan isi dan bagian-bagian paragraf suatu artikel.
2.menentukan unsur paragraf.
3.Menentukan isi paragraf, simpulan paragraf, dan arti istilah/kata dalam paragraf.
4.Menentukan opini dalam tajuk rencana
5.Menentukan isi grafik, diagram, atau tabel
6.Menentukan unsur intrinsik dan isi hikayat sastra Melayu Klasik
7.Menentukan unsur intrinsik cerpen
8.Menentukan unsur instrinsik novel
9.Menentukan masalah yang diungkapkan dan amanat dalam drama
10.Menentukan maksud gurindam
11.Menentukan unsur intrinsik puisi
12.Menentukan isi kutipan esai

MENULIS
Menulis, menyunting, dan menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, gagasan, pendapat, perasaan, dan informasi dalam bentuk teks naratif, deskriptif, eksposisi, argumentatif, teks pidato, artikel/esai, proposal, surat dinas, surat dagang, rangkuman, ringkasan, notulen, laporan, resensi, karya ilmiah, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, drama, novel, kritik, dan esai dengan mempertimbangkan kesesuaian isi dengan konteks, kepadanan, ketepatan struktur, ejaan, pilihan kata, dan penggunaan bahasa.
13.Menentukan kata penghubung yang tepat untuk melengkapi paragraf
14.Menentukan kata serapan untuk melengkapi paragraf.
15.melengkapi paragraf dengan kata baku
16.melengkapi paragraf dengan kata berimbuhan
17.melengkapi paragraf deskripsi dengan kalimat yang sesuai
18.melengkapi paragraf deskripsi dengan frasa yang sesuai
19.melengkapi paragraf analogi
20.memperbaiki kalimat simpulan generalisasi
21.melengkapi paragraf sebab-akibat
22.melengkapi silogisme dengan kalimat yang tepat
23.melengkapi paragraf narasi
24.menyusun kalimat acak menjadi paragraf
25.melengkapi teks pidato dengan kalimat persuasif
26.menentukan kalimat latar belakang karya tulis
27.memperbaiki kalimat yang mengandung kata kias dalam karya tulis
28.menentukan perbaikan kalimat rancu dalam karya tulis
29.menentukan penulisan judul karya tulis yang tepat
30.menentukan kalimat yang sesuai dengan konteks surat (isi dan bagian/struktur) dan penulisan surat lamaran pekerjaan
31.menetukan kalimat resensi
32.melengkapi puisi dengan larik yang berrmajas
33.melengkapi dialog teks drama dengan peribahasa
34.menetukan kalimat kritik sastra

RENUNGKANLAH !
BERNIATLAH DENGAN BAIK, MAKA KEBAIKAN AKAN SELALU MENYERTAI ANDA!
ANDA AKAN MEMILIKI HIDUP YANG LEBIH BAIK, JIKA ANDA LEBIH BANYAK MELAKUKAN YANG BAIK DAN LEBIH SEDIKIT MELAKUKAN YANG BURUK.
KEPERCAYAAN KEPADA DIRI SENDIRI ADALAH RAHASIA UTAMA UNTUK MENCAPAI SUKSES
KESUKSESAN BERASAL DARI KEMAUAN DAN KESUNGGUHAN HATI
KITA BELAJAR BUKAN SEKADAR UNTUK SEKOLAH TAPI UNTUK HIDUP

SEMOGA DENGAN USAHA DAN DOA ANDA LULUS SEMUA, AMIN!

MENULIS MATERI BAHASA

MENULIS MATERI BAHASA
KELAS XII SEMESTER 1

Kompetensis dasar :
 Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur – unsur dan struktur
 Menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, format yang baku
 Menulis laporan diskusi dengan melampirkan notule dan daftar hadir
 Menulis resensi buku pengetahuan berdasarkan format baku

Indikator :
 Mengidentifikasi unsur – unsur dalam surat lamaran pekerjaan
 Menyusun surat lamaran pekerjaan
 Memperbaiki surat dari segi struktur, diksi, kejelasan kalimat dan penggunaan EYD
 Mengidentifikasi strutktur surat dinas
 Menentukan komponen – komponen surat undangan rapat
 Menulis surat undangan
 Menyunting surat undangan dengan memperhatikan penggunaan EYD, diksi dan bahasa
 Mengidentifikasi unsur – unsur laporan hasil diskusi
 Menyusun laporan hasil diskusi (kelas atau seminar)
 Melengkapi laporan dengan lampiran
 mencatat identitas buku
 mendaftar pokok – pokok isi
 mencatat keunggulan dari isi buku
 mencatat kekurangan dari isi buku
 menulis resensi buku dengan memperhatikan kelengkapan usnsur-unsur resensi
 mendiskusikan resensi yang telah di buat


Materi :
 unsur-unsur surat lamaran pekerjaan
 struktur surat lamaran pekerjaan
 peggunaan bahasa dalam surat lamran pekerjaan
 penggunaan EYD dalam penulisan surat lamaran pekerjaan
 unsur-unsur surat dinas
 struktur surat dinas
 penggunaan bahasa dalam surat dinas
 penggunaan EYD dalam penulisan surat dinas
Contoh laporan diskusi
unsur-unsur laporan diskusi
Resensi buku pengetahuan (nonfiksi)
unsur-unsur resensi antara lain :
1. identitas buku
2. isi yang penting / menarik
3. bahasa pengarang
4. keunggulan
5. kelemahan
6. kesimpulan


Surat lamaran
 Pengertian Surat
• Kamus Besar Bahasa Indonesia ( halaman 1108 )
1. Kertas dan sebagainya yang bertulis ( berbagai isi , maksudnya)
2. Secarik kertas dan sebagainya sebagai tanda atau keterangan
3. Sesuatu yang di tulis yang tertulis, tulisan
 Pengertian Surat Lamaran Pekerjaan
• Lembaran Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia
Kelas X11 Semesta Gasal (halaman 24)
Surat lamaran pekerjaan adalah surat permohonan
yang dibuat oleh pelamar pekerjaan untuk kemudian
dikirimkan kepada tenaga kerja (badan usaha atau instansi)
guna mendapatkan pekerjaan atau jabatan yang sesuai dengan kebutuhan instansi tersebut.
 Unsur-unsur surat lamaran pekerjaan
• Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia Kelas X11
Semester Gasal (halaman 24)
1) Unsur-unsur surat lamaran pekerjaan
1. Tempat dan tanggal surat
2. Perihal
3. Lampiran
4. Alamat yang dituju
5. Salam pembuka
6. Tubuh surat ,yang berisi :
1) pembuka
2) identitas pelamar
3) isi
4) hal-hal yang dilampirkan
5) penutup
7. Salam penutup
8. tanda tangan dan nama terang pelamar
 Struktur surat lamaran pekerjaan
• Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia Kelas X11
Semester Gasal (halaman 26)


Keterangan :
1. Tempat dan tanggal surat
2. Perihal
3. Lampiran
4. Alamat yang dituju
5. Salam pembuka
6. Pembuka surat
7. Isi surat
8. Syarat lamaran
9. Penutup surat
10.Tanda tangan dan nama terang

 Penggunaan bahasa dalam surat lamaran pekerjaan
• Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia Kelas X11
Semester Gasal (halaman 25)
Bahasa yang digunakan dalam menulis surat lamaran pekerjaan
yaitu :
(a) Sopan dan simpatik
lMaksudnya adalah menggunakan gaya bahasa yang menunjukkan
kerendahan hati dan kepercayaan diri. Hal tersebut akan memberikan
kesan bahwa si pelamar tidak memiliki sifat angkuh dan keras kepala

(b) Kalimat efektif dan komunikatif
(c) Pilihan katanya baku dan menggunakan ejaan yang benar
(d) Penulisan rapi dan jelas
 Penggunaan EYD dalam penulisan surat lamaran pekerjaan
• Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia Kelas X11
Semester Gasal (halaman 25 )
Penulisan tanggal surat di dahului nama kota yang menunjukkan
tempat pembuka surat. Tanggal ditulis dengan angka, nama bulan dengan huruf
dan tidak boleh singkat, dan tahun dengan angka secara lengkap.Antara tanggal,
bulan dan tahun tidak perlu dibubuhkan tanda apa apa pun.Demikian pula
setelah angka tahun tidak perlu dibubuhi tanda baca.Tanggal surat pada
umumnya diletakkan di atas sebelah kanan.
Penulisan kata lampiran dalam surat tidak boleh disingkat dengan lamp.Kata
lampiran harus ditulis secara lengkap dengan /1/kapital lampiran.Tanda titik dua
setelah kata lampiran diatur lurus dengan,tanda titik dua pada perhal.Jumlah
lampiran dapat dituliskan dengan huruf atau angka.Jika menggunakan huruf,
awal kata yang menyatakan jumlah ditulis dengan huruf capital.Jika tidak ada
yang dilampirkan kata lampiran tidak perlu dicantumkan.
Perihal berfungsi sebagai penunjuk inti sari isi surat secara keseluruhan 2 referensi, dan 3 petunjuk bagi petugas surst untuk pencatan,pengarsipan dan penyimpanan. Penulis kata perihal dituliskan dengan /p/huruf kapital,perihal. Maksud surst yang dituliskan pada perihal dirumuskan sesingkat-singkatnya.
Penulisan alamat surat tidak perlu diawali dengan kata kepada sebelum
Yth,karena kata kepada berfungsi sebagai penghubung antarbagian kalimat
yang menyatakan arah.
Penulisan kata sapaan,seperti,bapak,ibu,dan saudara diawali dengan huruf kapital dan tidak boleh disingkat. Penulisan jalan pada alamat surat dianjurkan tidak disingkat menjadi Jln atau Jl,tetapi ditulis lengkap jalan.Setelah nama jalan langsung dituliskan nomornya (tidak perlu ditulis kata nomor atau no)

Surat Dinas
 Pengertian Surat Dinas
• Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia Kelas X11 Semester Gasal (halaman 35)
Surat dinas adalah surat yang dikirimkan oleh perseorangan atau kantor pemerin
tah / swasta yang isinya menyangkut masalah kedinasan
 Unsur-unsur surat dinas
• Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia Kelas X11 Semester Gasal (hala
man 35)
Unsur-unsur surat dinas
1. kop surat
2. nomor
3. tempat,tanggal surat
4. lampiran
5. hal
6. almat yang dituju
7. salam pembuka
8. isi
9. penutup
10. tanda tangan dan nama terang

Laporan diskusi

 Unsur – unsur Laporan Diskusi
o Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia kelas XII semester gasal (halaman 5)
1. Nama Lomba Penyelenggara
2. Judul Diskusi
3. Pendahuluan
4. Pelaksanaan diskusi
5. Hasil Diskusi
6. Kesimpulan Diskusi
7. Lampiran
8. Tempat, tanggal, bulan, tahun
9. Tanda tangan, nama terang, pembicara dan notulen

Resensi buku pengetahuan (non fiksi)
 Pengertian resensi
o Kamus Besar Bahasa Indonesia (halaman 1108)
1. Kertas dan sebagainya yang bertulis (berbagai isi, maksud)
o Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia kelas XII semester gasal (halaman 16)
Resensi adalah tulisan yang berisi ulasa, penilaian, erptimbangan atau pembicaraan suatub karya sastra pertimbangan atau pembicaraan suatu karya sastra (sastra, non sastra, drama dan sebagainya)
 Unsur – unsur resensi antara lain :
o Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia kelas XII semester gasal (halaman 16)
1. Identitas buku, yang meliputi :
a. Judul buku (jika buku tersebut hasil terjemahan, maka cantumkan judul aslinya)
b. Nama penulis (jika buku itu hasil terjemahan, maka cantumkan penerjemah dan editornya)
c. Penerbit
d. Tahun terbit dan cetakannya
e. Tebal buku
2. Isi yang penting/menarik
a. synopsis buku secara singkat
b. ulasan singkat buku dengan kutipan
3. Bahasa pengarang
Biasanya dalam membuat resensi pengarang akan menggunakan bahasa yang lebih mudah bagi pembaca
4. Keunggulan buku
5. Kelemahan buku
6. Kesimpulan
 Struktur surat dinas
o Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia Kelas XII Semester Gasal (halaman 36)


Keterangan :
1. kop surat
2. nomor
3. tempat, tanggal surat
4. lampiran
5. hal
6. alamat yang dituju
7. salam pembuka
8. isi
9. penutup
10. tanda tangan dan nama terang
 Penggunaan bahasa dalam surat dinas
• Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia Kelas XII Semester
Gasal (halaman 35)
Bahasa yang digunakan dalam surat dinas adalah ragam bahasa
yang sopan.
 Peggunaan EYD dalam penulisan surat dinas
• Lembar Kerja Siswa Fokus Bahasa Indonesia Kelas X11 Semester
Gasal (halaman 26)
Penggunaan kalimat pun harus singkat dan jelas.
Tidak diperbolehkan menulis dengan panjang lebar karena akan
membuat jenuh saat membacanya.






Contoh Surat Lamaran Pekerjaan

Lampiran :
Perihal :

Semarang,4 Januari 2008

Yth. Kepala Cabang Gas Semarang
Jalan Soekarno-Hatta 2

Dengan hormat ,
Berdasarkan iklan yang dimuat harian umum Suara Merdeka
tanggal 29 Desember 2007 tentang adanya lowongan pekerjaan pada
tenaga pemasaran, saya yang bertanda tangan
di bawah ini :
nama : Bambang Ariyanto
tempat tanggal lahir : Demak, 8 Maret 1985
alamat : Jalan Pucang Gading 50
pendidikan : SMA
Dengan ini megajukan permohonan kepada Bapak/Ibu, agar diterima
sebagai karyawan pada PT Gas Semarang.
Sebagai pertimbangan, bersama ini saya lampirkan :
1. daftar riwayat hidup
2. ijazah SMA
3. fotocopy ijazah SMA
4. surat keterangan catatan kepolisian
5. empat lembar foto terbaru


Demikian permohonan saya, agar dapat dipertimbangkan.
Atas perhatian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.


Hormat saya


Bambang Ariyanto



Contoh surat dinas


ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
SMA TARUNA WIJAYA
Jalan Jendrat Suderman 45
Semarang

Nomor : 04/OSIS/SMA TW/ VII / 2007

Lampiran : -
Hal : Undangan
Yth. Sdr. Putu Wijaya
Anggota Perwakilan OSIS
Kelas XII SMA TARUNA WIJAYA

Dengar hormat ,
Kami mengharap kehadiran saudara pada :
hari /tanggal : sabtu, 28 Juli 2007
pukul : 09.00 WIB
tempat : Ruang OSIS SMA TARUNA WIJAYA
keperluan : 1. Pembentukan Panitia Peringatan Hari Pendidikan
Nasional
2. Penyusunan Progam Kerja Panitia
Mengingat pentingnya acara tersebut, kami harap saudara
hadir tepat waktu.
Atas perhatian saudara, kami ucapkan terima kasih.




Ketua Sekretaris




Anastia Rasti Jovita Elvira






KOPERASI GURU DAN KARYAWAN SMK THERESIANA

Jalan Ratna 12, Bendungan Jago
JAKARTA PUSAT, Telp.(021) 44477013



Nomor : 013/KPI/SMKT/2007 Jakarta, 3 Desember 2007
Lampiran : -
Hal : Undangan RAT

Yth. Bapak / Ibu

Anggota Koperasi dan karyawan
SMK THERESIANA
di Jakarta

Dengan hormat,
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Ilahi, kami
mengundang Bapak /Ibu anggota Koperasi dan Karyawan SMK Theresiana
untuk menghadiri Rapat Akhir (RAT) anggota koperasi.
Rapat tersebut akan diselenggarakan pada :
hari /tanggal : Kamis, 8 Desember 2007
pukul : 10.00 s/d selesai
tempat : Aula SMK Theresiana
agenda rapat : 1. Laporan akhir tahun
2. Pembagian sisa hasil usaha (SHU)
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak /Ibu,
kami ucapkan terima kasih.

Ketua Sekretaris



Dimas Mangkunegoro Mita Dwi Anggraini




DAFTAR PUSTAKA


1. Maesaroh; Widodo; dan Sutiyarsih. 2007. Lembar Kerja Siswa Fokus
Bahasa Indonesia Kelas XII Semester Ganjil. Solo :
CV. Sindhunata.
2. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2001. Kamus Besar
Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

MEMBACA MATERI BAHASA

MEMBACA MATERI BAHASA
KELAS XII SEMESTER 1
Kompetensi Dasar
 Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel
Melalui kegiatan membaca intensi
 Membaca nyaring teks pidato daenga intonasi yang tepat membaca
Nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat

Indikator
 Menemukan ide pokok tiap paragraph
 Menemukan kalimat pendukung ide pokok
 Menemukan masalah dalam artikel
 Membahas ide pokok & rangkuman isi partikel yang telah dibuat
 Mengidentifikasi kalimat majemuk
 Menandai bagian ** yang merupan informasi penting
 Membacakan teks pidato dsngan intonasi & ekspresi yang tepat
 Menanggapi pembacaan teks pidato

Materi
 Artikel ilmiah dalam media cetak atau elektronik (internet)
 . Ide pokok
 . Masalah dalam artikel
 . Rangkuman artikel
 . Kalimat majemuk
 . Pola kalimat
 . Naskah pidato
 . Cara membacakan naskah pidato
 . Cara menapgapi bacaan teks pidato

 Pengertian membaca menurut kamus buku besar bahasa Indonesia adalah
 . Melihat serta memahami suatu tulisan atau uraaian, melihat dan menilai
(tentang situasi) mengucapkan (doa)
 . Melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis
 Ide pokok menurut kamus buku besar bahasa Indonesia adalah
 . Rancangan yang tersusun dalam pikiran, gagasan, cita**
 Pengertian Artikel
 . Menurut kamus buku besar bahasa Indonesia adlah karya tulis yang lrngkap dan dimuat dalam masmedia, bagian dari undang-undang yang berisi ketentuan
 . Menurut LKS Kharisma Kelas Semester Genap adalah Karya tulis yang memuat suatu informasi**

Contoh Artikel
TERKAIT RENCANA PENDIDIKAN SEKS MASUK KURIKULUM SEKOLAH

Diperlukan Kesiapan dari Tenaga Pendidik

YOGYAKARTA (KR) – Adanya usulan dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesi (PKBI) DIY untuk memasukan pendidikan seks dalam kurikulum di sekolah mendapat smbutan yang positif dari beberapa sekolah. Sebab semakin banyaknya informasi baik yang ada di media creak maupun elektronik sering membuat siswa penasaran dan bimbang.
Akibatnya mereka berusaha mencari jawaban lewat internet dan buku-buku yang belum tentu bisa memberikan jawaban yang benar. Untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pendidikan seks sebaiknya dimasukkan dalam kurikulum yang ada di sekolah. Untuk mewujudkan hal itu selain beberapa peraratan penunjang, pemerintah perlu menyiapkan tenaga pendidik yang tepat. Hal itu dikemukakan kepala sekolah SMA Dr. Wahidin, Drs. Sunarjo ketika ditemui KR di ruang kerjanya, Jum’at (10/6).
Menurut tenaga pendidik memepunyai peranan cukup penting dalam masalah ini. Sebab untuk bisa menyampaikan informasi sesuai dengan yang diharapkan modal ilmu pengtahuan saja tidak cukup. Jadi selain ilmu pengetahun seorang guru harus mempunyai landasan ilmu agama yang cukup kuat. Dengan adanya landasan moral dan ilmu agama, diharapkan siswa bisa memanfaatkan ilmu tersebut untuk hal –hal yang positif.
“Pada dasarnya saya mendukung dengan rencana tersebut, sebab dengan adanya pendidikan di sekolah terjadinya pergaulan bebas di kalangan remaja akan bisa diminimasilir,”katanya. Amelita BR Tarigan SKM, wali Kepala SMA Gotong Royong Yogyakarta menyambut baik usulan mata pelajaran seks yang akan dimasukkan dalam kurikulum dan berharap segera direalisasikan. “Melihat pergulan remaja yang semakin memprihatinkan maka pendidikan seks yang benar medesak diperlukan. Sehingga siswa tidak lagi mencari-cari sendiri infurmasi tentang seks baik dari entrnet maupun VCD yang kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan. “kata Amelia.
Kedaulatan Rakyat, Sabtu (11-6-2005)
Bahkan pihaknya menyayangkan kenapa gagasan seperti ini baru muncul ketika generasi muda sudah banyak terjerumus dalam free seks dan kenapa tidak dilakukan dari dulu.
 . Menurut Kamus Buku Besar Bahasa Indonesia
Penyampain pikiran yang dilakukan dalam bentuk kata**pembicaraan kepada orang lain (yang berperan sebagai pendegar)
 . Menurut LKS Bahasa Indonesia Kelas XII Semester Ganjil adalah suatu bentuk perbuatan dalam situasi tertentu, tujuan tertentu dan dan pendengar tertentu pula.


 Persiapan sebelum pidato
 . menetukan tema pembicaraan
 . menetukan tujuan pidato
 . menganalisis suasana & mengumpulkan bahan
 . menyusun kerangka
 . mengembangkan kerangka pidato
 Latihan dengan suara nyaring

 Hal**yang diperhatikan dalam berpidato
 . pelafalan tepat
 . Intonasi
Adalah ketepatan penyajian tinggi rendah & nada pembaca pidato
 . ketepatan & ketepatan ucapan
 . kelancaran berbicara
 . Penampilan yang menarik
 . gerak-gerik saat berbicara
 . kesasihan & relevansi materi
 . volume suara harus jelas
 . hindari ucapan yang menoton
 . selingi humor

 Metode yang digunakan saat pidato
 . Serta Merta / Impromptu
Pembicaraan menggunakan cara spontanitas, biasanya digunakan untuk pidatoyang bersifat mendadak
 . Ekstemporan
Pembicara mempersiapkan uraian dalam bentuk kengka pidato
 . Naskah
Pembicara selalu mebaca naskah tang telah dipersiapkan sebelumnya
 . Menghafal
Pembicara membuat teks kemudian menghafalkannya
Contoh pidato :

Pidato Sambutan pada Peresmian Pembukaan Perusahaan Distara Komputer

Selamat siang
Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, dan Saudara-Saudara sekalian yang kami hormati.
Pada kesempatan yang baik ini kita masih diberi nikmat dan rahmat oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kita dapat berkumpul disini untuk menghadiri secara peresmian pembukaan perusahaan Distara Komputer.
Kami di sini atas nama hadirin pada kesempatan ini menyampaikan ucapan selamat atas diresmikannya Perusahaan Distara Kompurter.
Semoga usha dari perusahaan ini tetap terus dan bahkan semakin meningkat. Sebab mengingat kebutuhan akan computer saat ini sangatlah tinggi.
Akhirnya, marilah kita bersama-sama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga perusahaan Distara Komputer ini akan berkembang luas dan selalu dapat memerhatikan kualitas yang dikehendaki konsumen.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan, semoga kita selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Amin.
Sekian.







 Kalimat Majemuk
Adalah kalimat yang tidak berbentuk dari 2 kata yang berhubungan secara padu dan hasil penggabungan itu menimbulkan makna baru
 Ciri-ciri kalimat majemuk
 Gabungan kata itu menimbulkan makna baru
 Gabungan kata itu tidak dapat dipisahkan
 Gabungan kata itu tidak dapat disisipi unsure lain
 Tidak dapat diganti salah satu unsurnya
 Tidak dapat dipertukarkan letak unsurnya
 Sifat Kalimat Majemuk
 Kalimat majemuk eksosentris
Ialah kalimat majermuk yang antar unsurnya tidak saling menerangkan
Contoh : laki bini, tua muda, dan sbg
 Kalimat majemuk endosentris
Ialah kalimat yang salah satu unsurnya minjadi ini sedang unsure lain menerangkannya.
Contoh : rumah sakit, panjang tangan, dan sbg


DAFTAR PUSTAKA

 Chaniago, Amran . 2006 . Kamus Buku Besar Bahasa Indonesia. Bandung :
Pustaka Setia
 Widodo . 2006 . Buku Ajar Bahasa Indonesia . Solo : CV. Sindhunata
 Suwrni . 2004. Karisma . Solo : CV Haka Mj Solo

MATERI KELAS XII SEMESTER 1

MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
KELAS XII JURUSAN IPA DAN IPS
SEMESTER 1 KTSP SMUNDA

1. MENDENGARKAN MATERI BAHASA

Kompetensi Dasar:
Membedakan antara fakta dan opini dari berbagai laporan lisan
Mengomentari berbagai laporan lisan dengan memberikan kritik dan saran

Indikator:
Mencatat pokok-pokok isi laporan
Membedakan kalimat yang berupa fakta dan yang berupa opini (pendapat)
Menentukan kalimat yang berupa fakta
Menentukan kalimat yang berupa opini
Mengemukakan kritik isi laporan
Memberikan saran untuk perbaikan laporan
Mengemukakan kritik isi laporan
Memberikan saran untuk perbaikan laporan

Materi:
laporan kegiatan OSIS
laporan kegiatan ekstrakurikuler
laporan perjalanan (studi wisata ke Bali)

2. BERBICARA MATERI BAHASA

Kompetensi Dasar:
Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi
Menyampaikan intisari buku nonfiksi dengan menggunakan bahasa yang efektif dalam diskusi

Indikator:
Mengajukan pertanyaan atau tanggapan dengan menggunakan alasan yang logis.
Mengemukakan persetujuan atau penolakan dengan alasan yang logis
Mengajukan pertanyaan dan atau persetujuan dengan menggunakan kata sambung dalam kalimat
Mengajukan argumentasi yang dapat mendukung atau menentang pendapat pembicaraMengajukan pertanyaan atau tanggapan dengan menggunakan alasan yang logis.
Mencatat hal-hal yang menarik atau yang mengagumkan dalam isi buku nonfiksi
Menyampaikan hal-hal yang menarik atau yang mengagumkan tentang tokoh
Memberikan komentar terhadap isi penyampaian teman

Materi:
Percakapan dalam seminar atau gelar wicara (talk show)
ungkapan persetujuan atau penolakan
penyambung antarkalimat: tambahan pula, di samping itu, lagi pula, dll.
Buku nonfiksi
intisari buku
penggunaan kalimat yang efektif dalam diskusi
hal-hal yang menarik dalam buku
memberikan komentar

3. MEMBACA MATERI BAHASA

Kompetensi Dasar:
Menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel melalui kegiatan membaca intensif
Membaca nyaring teks pidato dengan intonasi yang tepat.

Indikator:
Menemukan ide pokok tiap paragraf
Menemukan kalimat pendukung ide pokok
Menemukan masalah dalam artikel
Membahas ide pokok dan rangkuman isi artikel yang telah dibuat
Mengidentifikasi kalimat majemuk
Menandai bagian-bagian yang merupakan informasi penting
Membacakan teks pidato dengan intonasi dan ekspresi yang tepat
Menanggapi pembacaan teks pidato

Materi:
Artikel ilmiah dalam media cetak atau elektronik (internet)
ide pokok
Masalah dalam artikel
rangkuman artikel
kalimat majemuk
pola kalimat
Naskah pidato
Cara membacakan naskah pidato
Cara menanggapi pembacaan teks pidato

4. MENULIS MATERI BAHASA

Kompetensi Dasar:
Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur-unsur dan struktur
Menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, dan format yang baku
Menulis laporan diskusi dengan melampirkan notulen dan daftar hadir
Menulis resensi buku pengetahuan berdasarkan format baku

Indikator:
Mengidentifikasi unsur-unsur dalam surat lamaran pekerjaan
Menyusun surat lamaran pekerjaan
Memperbaiki surat dari segi struktur, diksi, kejelasan kalimat, dan penggunaan EYD
Mengidentifikasi struktur surat dinas
Menentukan komponen-komponen surat undangan rapat
Menulis surat undangan
Menyunting surat undangan dengan memperhatikan penggunaan EYD, diksi,dan bahasa
Mengidentifikasi unsur-unsur laporan hasil diskusi
Menyusun laporan hasil diskusi (kelas atau seminar)
Melengkapi laporan dengan lampiran
Mencatat identitas buku
Mendaftar pokok-pokok isi
Mencatat keunggulan dari isi buku
Mencatat kekurangan dari isi buku
Menulis resensi buku dengan memperhatikan kelengkapan unsur-unsur resensi
Mendiskusikan resensi yang telah dibuat

Materi:
Contoh surat lamaran
unsur-unsur surat lamaran pekerjaan
struktur surat lamaran pekerjaan
penggunaan bahasa dalam surat lamaran pekerjaan
penggunaan EYD dalam penulisan surat lamaran pekerjan
Contoh surat dinas
unsur-unsur surat dinas
struktur surat dinas
penggunaan bahasa dalam surat dinas
penggunaan EYD dalam penulisan surat lamaran pekerjan
Contoh laporan diskusi
unsur-unsur laporan diskusi
Resensi buku pengetahuan (nonfiksi)
unsur-unsur resensi antara lain:
1.identitas buku
2.isi yang penting/menarik
3.bahasa pengarang
4.keunggulan
5.kelemahan
6.kesimpulan


5. MENDENGARKAN MATERI SASTRA

Kompetensi Dasar:
Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan
Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dari pembacaan penggalan novel

Indikator:
Menanggapi pembacaan penggalan novel dari segi vokal, intonasi, dan penghayatan
Menjelaskan unsur-unsur –unsur intrinsik dalam penggalan novel yang dibacakan teman

Materi:

Penggalan novel
penangapan segi vokal
intonasi
penghayatan
Penggalan novel


6. BERBICARA MATERI SASTRA

Kompetensi Dasar:
Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
Mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat


Indikator:

Mendeklamasikan/ membacakan puisi lama (berbalas pantun) di depan teman-teman dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang sesuai
 Menanggapi pembacaan puisi lama (berbalas pantun) tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
Menerapkan isi pantun dalam kehidupan sehari-hari

Materi:
puisi lama (pantun)
penanggapan pembacaan puisi dari segi:
1. lafal
2. intonasi
3. ekspresi
Puisi baru
Mengomentari pembacaan puisi dari segi
1.lafal
2.intonasi
3.ekspresi

7. MEMBACA MATERI SASTRA

Kompetensi Dasar:
Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai
Menjelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen

Indikator:
Menandai jeda puisi karya sendiri
Membacakan puisi karya sendiri dengan memperhatikan :
1. lafal dan intonasi
2. penghayatan
3. mimik/ gerak dan ekspresi yang sesuai
Menentukan makna puisi karya teman
Mengomentari puisi karya teman

Materi:
Puisi karya sendiri :
tema bebas (disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat)
cara pembacaan puisi (lafal, intonasi, penghayatan, gerak-gerik, ekspresi
makna puisi
Langkah-langkah menulis puisi
Teknik Pembacaan Puisi yang Baik
Instrumen pengamatan pembacaan puisi (format penilaian)
Cerpen

Unsur-unsur intrinsik cerpen :
tema,
latar (setting),
alur = plot (jalinan cerita),
point of view (sudut pandang pengarang)
penokohan/karakterisasi
amamat

8. MENULIS MATERI SASTRA

Kompetensi Dasar:
Menulis resensi buku kumpulan cerpen berdasarkan unsur-unsur resensi
Menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain (pelaku, peristiwa, latar)

Indikator:
Menulis resensi buku kumpulan cerpen dengan memperhatikan kriteria penulisan resensi
Menentukan keunggulan dan kelemahan resensi buku kumpulan cerpen
Mencatat/mendaftar topik-topik tentang kehidupan orang lain (berdasarkan situasi dan kondisi setempat)
Menulis cerpen tentang kehidupan orang lain dengan memperhatikan unsur-unsur cerpen
Menanggapi cerpen yang ditulis teman

Materi:
buku kumpulan cerpen
unsur-unsur resensi
identitas buku
kepengarangan
kekurangan dan kelebihan isi buku
bahasa pengarang, dll buku
topik tentang kehidupan orang lain (berdasarkan situasi dan kondisi setempat)
unsur-unsur cerpen (penokohan, konflik, latar, sudut pandang, alur dan gaya bahasa)

Keterangan:

1.Tugas sifatnya kelompok
2.Tugas mencari materi pembelajaran sesuai dengan tugas kelompok.
3.Hasil pekerjaan diketik (diupayakan ada file-nya atau file dikirim ke email: hadi_puger17@yahoo.co.id dan diperbanyak sesuai dengan jumlah kelompok tiap kelas agar bisa saling tukar informasi materi.
4.Hasil pekerjaan dipresentasikan di dalam diskusi kelas untuk mendapatkan masukan dan tanggapan demi kesempurnaan serta kelengkapan materi.
5.Pengumpulan tugas paling akhir satu hari sebelum pelaksanaan ulangan semester 1 tahun pelajaran 2010/2011.
6.Informasi yang belum jelas dapat segera ditanyakan kepada guru mata pelajaran.

Mranggen, 8 Juli 2010
Guru Mata Pelajaran,


Hadi Prayitno,S.Pd.

NIP 19710610 199801 1 001

KRITIK, ESAI, DAN GURINDAM

KEIRIK, ESAI, DAN GURINDAM

KRITIK
Kritik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani κριτικός, kritikós - "yang membedakan", kata ini sendiri diturunkan dari bahasa Yunani Kuna κριτής, krités, artinya "orang yang memberikan pendapat beralasan" atau "analisis", "pertimbangan nilai", "interpretasi", atau "pengamatan". Istilah ini biasa dipergunakan untuk menggambarkan seorang pengikut posisi yang berselisih dengan atau menentang objek kritikan.
Kritikus modern mencakup kaum profesi atau amatir yang secara teratur memberikan pendapat atau menginterpretasikan seni pentas atau karya lain (seperti karya seniman, ilmuwan, musisi atau aktor) dan, biasanya, menerbitkan pengamatan mereka, sering di jurnal ilmiah. Kaum kritikus banyak jumlahnya di berbagai bidang, termasuk kritikus seni, musik, film, teater atau sandiwara, rumah makan dan penerbitan ilmiah.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kritik

ESAI
Esai adalah sebuah tulisan yang menggambarkan opini si penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya. Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.
Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:
1.Menentukan tema atau topik
2.Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3.Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4.Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5.Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6.Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
7.Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Esai



Gurindam
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gurindam 12 oleh Raja Ali Haji (Pahlawan Nasional), Tanjung Pinang
Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawaban nya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.

GURINDAM 12 KARYA RAJA ALI HAJI
Gurindam I
Ini gurindam pasal yang pertama:
Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.
Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang terpedaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia melarat.

Gurindam II
Ini gurindam pasal yang kedua:
Barang siapa mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
tidaklah mendapat dua temasya.
Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam III
Ini gurindam pasal yang ketiga:
Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
nescaya dapat daripadanya faedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.

Gurindam IV
Ini gurindam pasal yang keempat:
Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun roboh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah fikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.

Gurindam V
Ini gurindam pasal yang kelima:
Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Gurindam VI
Ini gurindam pasal yang keenam:
Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,

Gurindam VII
Ini Gurindam pasal yang ketujuh:
Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.

Gurindam VIII
Ini gurindam pasal yang kedelapan:
Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.

Gurindam IX
Ini gurindam pasal yang kesembilan:
Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.

Gurindam X
Ini gurindam pasal yang kesepuluh:
Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.

Gurindam XI
Ini gurindam pasal yang kesebelas:
Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.

Gurindam XII
Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.
Kasihan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Gurindam_12"

Rabu, 14 Juli 2010

ULANGAN HARIAN KELAS XI

PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
SMA NEGERI 2 MRANGGEN
Jalan Pucang Peni Raya Telepon (024) 76743954 dan 76743953, Mranggen, Demak
web http://www.sman2-mrg.sch.id email info@sman2-mrg.sch.id


ULANGAN HARIAN TENGAH SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas (Program) : XI (IPA dan IPS)
Hari, tanggal : Senin, 8 Maret 2010
Alokasi waktu : 09.00 – 10.30 (90 menit)

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar!

1.Sebutkan lima (5) unsur penting dalam diskusi?

2.Ahmad membaca teks 2.100 kata, waktu yang ia butuhkan untuk membaca teks tersebut adalah 5 menit 50 detik atau 350 detik. Jadi, kecepatan membaca Ahmad dalam satu menit adalah….

3.Sebutkan empat (4) hal yang diungkapkan dalam biografi/autobiografi tokoh!

4.Sebutkan empat (4) hal yang harus diperhatikan agar dapat memerankan naskah drama dengan baik!

5.Sebutkan enam (6) unsur yang terdapat dalam notula rapat!

6.Jelaskan pengertian dari:
a.alur dalam cerpen
b.penokohan dalam cerpen
c.latar/setting dalam cerpen

7.Buatlah kalimat yang di dalamnya menggunakan kata/istilah yang mengalami perubahan makna:
a.Meluas (generalisasi)
b.Menyempit (spesifikasi)
c.peyoratif
d.amelioratif
e.sinestesia
f.asosiasi
Catatan:
Kata/istilah yang dimaksud digarisbawahi

8.Buatlah contoh kalimat:
a.tunggal
b.majemuk setara
c.majemuk bertingkat
Catatan: disertai dengan jabatan kalimat (S/P/O/Pelengkap/Keterangan)



RENUNGKANLAH !
BERNIATLAH DENGAN BAIK, MAKA KEBAIKAN AKAN SELALU MENYERTAI ANDA!
ANDA AKAN MEMILIKI HIDUP YANG LEBIH BAIK, JIKA ANDA LEBIH BANYAK MELAKUKAN YANG BAIK
DAN LEBIH SEDIKIT MELAKUKAN YANG BURUK.
KEPERCAYAAN KEPADA DIRI SENDIRI ADALAH RAHASIA UTAMA UNTUK MENCAPAI SUKSES
KESUKSESAN BERASAL DARI KEMAUAN DAN KESUNGGUHAN HATI
KITA BELAJAR BUKAN SEKADAR UNTUK SEKOLAH TAPI BELAJAR UNTUK HIDUP


SEMOGA DENGAN USAHA DAN DOA ANDA LULUS SEMUA, AMIN!





1.Perhatikan ilustrasi praktik diskusi dengan topik “Kenakalan Remaja” berikut.

Taning : Kenakalan remaja disebabkan orang tua mereka kurang memperhatikan anaknya.
Labib : Sebagian pendapat Taning benar, tetapi yang lebih dominan adalah faktor motivasi. Motivasi dalam diri mereka mengenai hidup dan masa depan.
Amanda : Saya mendukung pendapat Labib, khususnya motivasi yang berasal tuntutan lingkungan dan motivasi dari dalam diri mereka yang positif.
Fitrian : Tentu perlu modal keterampilan dan materi untuk mendukung motivasi mereka. Bila tidak, kenakalan remaja tidak dapat dihindarkan.
Simpulan diskusi di atas adalah….
A.Kenakalan remaja merupakan permasalahan diskusi.
B.Penyebab utama kenakalan remaja adalah orang tua.
C.Perlu modal untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja.
D.Motivasi positif merupakan faktor yang dominan dalam menghindarkan kenakalan remaja.
E.Kenakalan remaja cenderung disebabkan oleh pengaruh lingkungan.

2.Cermati pernyataan berikut dengan baik!
“Kenakalan remaja disebabkan oleh dua faktor. Pertama, kurangnya perhatian dari orang tua. Kedua, faktor lingkungan.”
Jika Anda tidak sependapat dengan pendapat tersebut, kalimat penolakan yang baik adalah…
A.“Saya tidak sependapat dengan Anda.”
B.“Pendapat Anda terlalu sempit, coba perbaiki lagi.”
C.“Saya tertarik dengan pendapat Anda, namun ada beberapa hal yang harus diperbaiki lagi.”
D.“Pendapat Anda menyimpang dari permasalahan.”
E.“Menurut saya keterangan yang Anda kemukakan belum lengkap.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar